Mabit Tahun Baru 2011*

Dalam rangka menyambut tahun baru 2011, beberapa organisasi mahasiswa Indonesia di IIUM yang terdiri dari IKPM, Fotar, PPI IIUM, dan PMRM megadakan acara bersama yaitu ”Refleksi akhir tahun 2010” pada hari Jum’at, 31 Desember 2010. Kegiatan ini dilaksanakan atas upaya pemberian solusi kepada para mahasiswa dalam menyambut tahun baru yang lebih positif dan islami.

Dihadiri oleh hampir 50 orang, acara ini di isi tausiyah dari Ustad Yusuf tentang Muhasabah Akhir Tahun dan Motivational Talk oleh Pak Luqmanul hakim. kemudian di lanjutkan dengan Qiyamul lail berjamaah, membaca ma’tsurot bersama dan di tutup dengan sarapan pagi bersama.

*Acara ini kerjasama  IKPM, Fotar, PPI IIUM, dan PMRM

klik foto disini Continue reading

Advertisements

Bercermin Pada Sahabat Abdurrahman Bin Auf Dan Abu Ubaidah bin Jarrah

Tulisan ini terinspirasi dari ulasan tentang kisah para sahabat nabi yang dijamin masuk surga, baik di halaqah maupun forum diskusi umum. Dua kisah sahabat ini sangat menarik untuk didalami dan dijadikan inspirasi kehidupan seorang muslim, khususnya dalam memanage amanah harta. Adakah sifat dua sosok sahabat tersebut dalam kehidupan kita saat ini? Mari bersama kita instropeksi diri!
Siapakah Abu Ubaidah bin Jarrah? Menurut Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah telah memberikan penghormatan  kepada Abu Ubaidah sebagai pemegang sumber kepercayaan  umat  dan rasulullah pada masa itu. Setelah masuk Islam dengan perantara Abu Bakar ra, beliau sangat menyadari bahwa seluruh apa yang dimiliki harus diberikan sepenuhnya untuk Islam bukan hanya setengah, ataupun sebagiannya. Jika Islam meminta hartanya, maka akan beliau infaqkan, tenaga darinya akan diberikan dan nyawapun siap beliau korbankan. Beliau dikenal sebagai seorang pemuda yang gagah berani, sangat ditakuti oleh musuh dan tidak dapat dikalahkan. Mendapat amanah sebagai pengawas baitul mal, kemudian menjadi seorang gubernur syam  dan terakhir menjadi panglima perang pengganti Khalid bin Walid yang dikenal sangat perhatian terhadap anak buahnya. Subhanallah, mesk jabatan dan harta ada dalam genggaman tangannya namun beliau tetap hidup dalam keadaan zuhud, tidak hidup dalam gelimangan harta. Ketika Umar bin Khattab berkunjung dalam rumahnya, maka tidak ditemukan sebuah barang berhargapun kecuali tikar yang dibentang dan makanan ala kadarnya, Masha Allah. Bahkan karena begitu terkesannya terhadap sosok Abu Ubaidah, maka dalam sebuah kesempatan dihadapan para sahabatnya, Umar berkata tentang cita-cita yang terbaik adalah ketika umat Islam dipenuhi oleh pejuang muslim seperti Abu Ubaidah yang jujur, adil dan bijaksana. Continue reading

Wajah-wajah tak tersentuh

            Barangkali sebagian orang sudah ada yang berada dipuncak kebahagian karena jiwa dan perasaan sudah menyatu dalam da’wah, larut dalam aktivitasnya. Langkah, gerak, sentuhan dan nafasnya adalah da’wah.  Sehingga kepenatan dan keletihan lenyap dihembus oleh keyakinan adanya surga yang menanti mereka. Tantangan dan hujatan bagaikan tumbuhan menghijau yang akan menghasilkan buah.

            Dihadapan mereka, harapan-harapan dunia menjadi kerdil tak bermakna. Pujian manusiapun tak lebih berharga dari sampah yang bertebaran mengotori kota. Tiada kepentingan, tiada tujuan, tiada yang dicari, kecuali cinta-Nya yang abadi dan kerinduan untuk bertemu dengan-Nya. Continue reading

Usrah Special Mother’s day 2010 in conjunction with PPI IIUM

Alhamdulillah, pada hari jum’at tgl 24 kemarin telah diadakan usrah spesial bertepatan dengan peringatan hari ibu di indonesia yang jatuh setiap tgl 22 des. Dihadiri oleh sekitar 40 orang (kaum hawa tentunya), acara ini diisi dengan diskusi tentang seputar dunia ibu dalam dua sudut pandang berbeda. Satu mengupas tentang dunia perempuan sebagai ibu rumah tangga, sedangkan yang satu lagi sebagai wanita karir. Tidak hanya itu, peserta juga disuguhi video presentasi sebagai hadiah hari ibu untuk para panelis. Masing-masing berisi rekaman pesan dan kesan dari orang-orang terdekat & terkasih mereka.

After all, ini adalah hadiah untuk semua (lagi-lagi hanya untuk kaum hawa).  

Supermom, confirmed! (InsyaAllah ^_^)

klik foto disini Continue reading

mari bersabar

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’

 (Al-Baqarah: 45). 

SABAR adalah satu sifat manusia yang berarti menahan diri dari hal-hal yang tidak disukai Allah menuju ke jalan yang lebih dicintai oleh Allah. Jika keyakinan adalah sumbu untuk memberikan cahaya, maka kemampuan untuk menerangi selama mungkin adalah sebuah defenisi sederhana tentang kesabaran. Kesabaran selalu menghasilkan berjuta pesona bagi sejarah. Bagaimana, Sayyid Qutb lebih memilih untuk bersabar bersama dengan siksaan penjara di zamannya, kesabarannyalah yang membuat cerita jihad menggelora di dalam dada jutaan pejuang. Bagaimana Yusuf AS, yang lebih memilih penjara agar mampu terus mengenal-Nya. Bagaimana sumayyah meneladani semua wanita dengan semangat jiwanya untuk terus bersabar menahan siksaan kaum kafir hingga menjadi syuhada pertama dalam Islam. Konon, seorang pembesar negeri memiliki ‘ladang gembalaan’ dan ‘lapangan’ yang selalu ditimpa musibah; setiap kali selesai dari satu kesusahan, kesusahan yang lain pula datang mengunjunginya. Meski demikian, ternyata ia tetap berlindung di balik kesabaran dan mengunakan benteng keyakinan kepada Allah. Demikian itulah orang-orang mulia dan terhormat bertarung melawan setiap kesusahan dan menjatuhkan semua bencana itu terkapar di atas tanah. Mereka adalah karakter-karakter yang selalu indah untuk dikenang. Continue reading

Ekonomi Syariah dan Outlook 2011

Koran Republika, Rabu, 29 Desember 2010 pukul 14:33:00

Ali Rama
Peneliti ISEFID (Islamic Economic Forum for Indonesia Development)

Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia dalam satu dekade terakhir ini menumbuhkan optimistis yang semakin menggembirakan, baik sekarang maupun di masa mendatang. Fokus pertumbuhan ekonomi syariah bisa dilihat pada tiga aspek. Pertama, Perbankan dan Keuangan Syariah. Meskipun saat ini size dan market share perbankan syariah masih belum mampu menembus angka lima persen dari total keseluruhan aset perbankan nasional, namun pertumbuhan industri perbankan syariah–sebagai infant industry cukup mengesankan–tumbuh rata-rata di atas 30 persen per tahun. Hingga Oktober 2010, perbankan syariah tumbuh 33 persen, jauh lebih tinggi dari perbankan konvensional yang hanya tumbuh secara rata-rata 18 persen per tahun.

Berdasarkan data statistik perbankan syariah Bank Indonesia bulan September 2010, secara kuantitas, pencapaian perbankan syariah terus mengalami peningkatan dalam jumlah bank. Semenjak berdirinya Bank Muamalat Indonesia tahun 1992 sampai 2005 hanya ada tiga Bank Umum Syariah (BUS), 19 Unit Usaha Syariah (UUS), dan 92 Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) dengan total jumlah kantor baru mencapai 550 unit. Dalam rentang lima tahun (2005- 2010), pertumbuhan perbankan syariah lebih dari dua kali lipat. Jumlah BUS saat ini telah mencapai 10 unit dengan 23 UUS. Selain itu, jumlah BPRS telah mencapai 146 unit dan total  jumlah kantor syariah sebanyak 1,640 unit. Secara geografis, sebaran jaringan kantor perbankan syariah juga telah menjangkau masyarakat di lebih dari 89 kabupaten/kota di 33 provinsi. Continue reading

Hijrah*

Pada awalnya tahun baru hijrah tidak diperingati. Namun belakangan ini umat muslim mulai memperingati setiap kali masuk tahun baru hijrah. Seperti yang terjadi ketika ini, menyambut tahun baru hijrah  yang ke-1432.

Kalau menelisik sejarah awal islam. Masa itu belum ada sistem kalender resmi. Meskipun orang arab ketika itu sudah mengenal bulan-bulan tiap tahunnya, namun untuk penetapan tahun belum ada. Yang ada mereka menandai kejadian-kejadian besar yang berlaku sebagai penentu, atau bahkan dijadikan nama tahun. Seperti tahun gajah yang ketika waktu tersebut Rasulullah saw dilahirkan, dinamakan demikian karena pada tahun tersebut berlaku penyerangan ka’bah oleh tentara dari Yaman yang dipimpin oleh panglima Abrahah.

Dengan keadaan tidak ada penetapan tahun yang khusus sangat menyulitkan orang arab untuk menentukan waktu. Keadaan demikian berlanjut sampai masa kekhalifahan Umar bin Khatab ra. Umar terkenal sebagai khalifah yang melakukan pembaruan sistem administrasi. Ia juga sengat perhatian dengan semua masalah yang dihadapi oleh rakyatnya, salah satunya masalah penetapan tahun waktu untuk surat utang. Dengan ketiadaan kalender menjadikan mereka sulit menentukan kapan jatuh tempo. Continue reading

Advertisements