Zero base. what is it???

Sekedar ingin berbagi pengalaman tentang konsep yang ada dalam The Celestial Management karya A. Riawan Amin, bukan sebuah konsep baru sebenarnya, hanya saja kebetulan beberapa waktu lalu saya berkesempatan mengikuti pelatihannya, dalam rangka pembukaan salah satu kantor cabang sebuah Bank di KL. Bagi temen-temen yang pernah ikutan training ESQ, mungkin kita akan mendapatkan suasana yang hampir sama ketika meingikuti The Celestial Management ini. Dengan dilengkapi perangkat multi media yang apik, sehingga dapat menggugah kesadaran kita secara lebih efektif.

Zero base, itulah salah satu konsep yg ingin saya bagi di sini, yang bagi saya cukup menginspirasi. Karena, sering kali kita merasa pesimis dalam menetukan sebuah target, keputusan atau sebelum melakukan sebuah amanah yang diberikan kepada kita. Entah keputusan atau tindakan itu begitu pentingnya sehingga akan berpengharuh besar terhadap hidup kita, atau sekedar keputusan kecil dalam masalah keseharian kita. Pesimis mungkin saja timbul sebagai hasil dari sebuah proses berfikir dalam memandang sesuatu, atau bisa juga karena kita terlalu banyak tahu tentang suatu ilmu dan teori mengenai sesuatu. Sehingga, ketika timbul sebuah ide atau keinginan baru baik itu datang dari diri kita sendiri, orang lain, atau atasan kita (baca: perintah), maka buru-buru kita berfikir “that is impossible” atau orang bilang tidak rasional. Kesimpulan itu bisa saja lahir dari hasil analisa berdasarkan teori, data dan fakta historis (pengalaman) ataupun bisa datang dari insting kita saja. Tetapi rupanya ketikapun seandainya kata “tidak mungkin” itu timbul berdasarkan atas hasil analisa kita tentang data-data ataupun dengan mempertimbangkan kondisi dan pengalaman, cara berfikir itu secara tidak sadar akan terus membingkai kita untuk tidak pernah melakukan sebuah terobosan besar yang akan mengubah hidup kita secara radikal.

Seorang anak tak akan pernah belajar naik sepeda, jika saja dia berpikir bahwa bagaimana mungkin sebuah kendaran dengan hanya beroda dua bisa berjalan tanpa jatuh, pastilah sesuatu yang sulit. Banyak para ekonom dan sarjana manajemen yang tidak pernah berani memulai usahanya sendiri karena terlalu banyak berhitung dengan teori keuangan yang dia kuasai. Begitu pula seorang pemimpin negara yang begitu dipuja rakyatnya tak pernah mengambil langkah dan keputusan besar dalam memperbaiki negaranya, kalo hanya merasa takut dan menjadi peragu terus untuk mengambil tindakan hebat dan radikal. Kita tentu ingat bagaimana dengan yakin dan tawakalnya Rasulullah SAW bersama para sahabat waktu itu menghadapi peperangan demi peperangan melawan kaum kafir, walaupun secara rasional jumlah dan persenjataan mereka di atas kertas diprediksi akan kalah.

“Jump to conclusion”, itulah mungkin yang membuat kita tak pernah berani melangkah. Kita terlalu cepat mengambil kesimpulan, sebelum pernah mau dan berani mencoba. Akhirnya mimpi-mimpi besar kita, hanya berhenti sebatas angan, tanpa kita pernah berusaha untuk mewujudkannya. Dahulu ketika orang bermimpi terbang ke bulan, banyak orang yang bilang kalau itu hanyalah sebuah hayalan, sehingga tak pernah mereka mencoba. Tapi, ada diantara orang yang meyakini hal itu, kemudian mereka berusaha mencari jalan dengan segala kegagalannya, dan akhirnya terwujud juga orang bisa mendarat di bulan.

“Zero base” mangajarkan kita untuk selalu berada pada titik nol. Orang yang berda pada titik zero, tidak terjebak pada pengalaman masa lalu ataupun terlalu terobsesi dengan masa depan, karena kita hidup di masa sekarang. Dengan zero base, orang bisa menerima segala keterbatasan yang ada, dan mensikapi keterbatasan itu sekreatif mungkin untuk hasil yang optimal, tanpa pernah menjadikan keterbatasan itu sebagai alasan untuk sebuah target yang telah ditetapkan. Orang yang berada pada titik zero selalu menganggap apapun yang terjadi adalah bagian terbaik dari tuhan. Dengan zero base pula, orang tidak akan merasa rendah diri ataupun merasa terlalu percaya diri. Kita berada pada titik zero adalah karena kita hanya percaya pada Allah. Dan kita tentu yakin bahwa, bagi Allah apa yang tidak mungkin terjadi. Wallahu a’lam.

Oleh Rahmat Heru

Advertisements

One response to this post.

  1. Posted by yuni on January 31, 2011 at 4:54 am

    yups, there’s no impossible in the world…jadi ingat pesan ust Yusuf asy’ari; wallahu ‘ala kulli syai inqadiir.Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Advertisements
%d bloggers like this: